LOGIN DISINI CS: | Buku Tamu | Kontak
HP. 081 316 240 204 - (0265) 2353564 | Email. cs(at)batararayamedia.com

Cari Judul:



Kategori :    


Hukum dalam Agama Islam
       Ditulis pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 | 11:55 WIB

Hukum dalam Agama Islam

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah update lagi nih artikel menarik dari batararayamedia.com khusus untuk pembaca yang setia mengikuti perkembangan artikel-artikelnya. Artikel yang saya buat masih seputar Islami. Kali ini saya membuat artikel tentang Hukum dalam Islam yang mudah-mudahan bermanfaat dan bisa disampaikan untuk khalayak banyak agar lebih memperkuat keimanan kita sebagai umat Islam. Langsung saja kita masuk ke pembahasannya. Selamat membaca. Semoga Bermanfaat .. amin.

Hukum Islam Terbagi menjadi Tiga bagian :

HUKUM SYARA

  1. Hukum Syara’ yaitu (Khithobulloh) artinya: perintah Hukum dari Allah SWT.

Khithob terbagi dua :

  1. Khithob Taklip artinya perintah dari Allah bagi orang yang mukallap yaitu orang yang sudah baligh dan berakal.
  2. Khithob Wad’i yaitu suatu Hukum yang ada di dalam Khithob Taklip sehingga tidak berpisah antara Khithob Taklip dan Khithob Wad’i, istilah ini semua disebut Hukum Syara’.

PEMBAGIAN HUKUM SYARA‘ (KHITHOBTAKLIP)

Hukum Syara’ terbagi menjadi lima :

v  Wajib menurut Syara’.

                Artinya : Suatu perkara yang mendapat pahala bila dikerjakan dan berdosa bila ditinggalkan. Seperti meninggalkan sholat, zakat bagi orang yang wajib zakat dan segala sesuatunya yang wajib.

v  Haram menurut Syara’.

                Artinya : Perkara yang mendapat dosa bila dikerjakan, dan mendapat pahala bila tinggalkan. Seperti mengambil barang orang lain, memperlihatkan aurat wanita dihadapan laki-laki lain dan segala apa yang diharamkan.

v  Sunat menurut Syara’.

                Artinya : Perkara yang diberi pahala bila dikerjakan, dan tidak berdosa bila ditinggalkan, seperti : Shalat Sunat, Puasa Sunat, dan apa yang disunatkan.

v  Makruh menurut Syara’.

                Artinya : Perkara yang mendapat pahala bila ditinggalkan, dan tidak jadi dosa bila dikerjakan. Seperti makan bau-bauan, dan sebagainya.

Makruh suatu anjuran yang sebaiknya ditinggalkan. Adapun makruh terbagi dua :

  1. Makruh Tanjih yaitu makruh biasa, berpahala ditinggalnya, tak berdosa dikerjakannya.
  2. Makruh Tahrim yaitu suatu pekerjaan yang mendekati Haram.

v  Mubah menurut Syara’.

                Artinya : Suatu pekerjaan yang boleh dipilih. Tidak berpahala bila dikerjakan dan tidak berdosa bila ditinggalkan. Contohnya seperti tidur, makan, minum dsb.

PEMBAGIAN HUKUM SYARA’ (KHITHOB WAD’I)

Khithob Wad’i yaitu hukum Syara’ pula. Khithob Wad’i terbagi menjadi lima bagian :

v  Sohih artinya Lulus. Yaitu suatu hukum yang sudah lengkap persyaratan dan Rukun, Contoh seperti dalam Sholat sudah kumplit Syarat Rukunnya. Sholat itu disebut Sohih, atau Syarat Rukun Pertikahan sudah ada seperti calon istri dan calon suami, Wali, Saksi, terus dilaksanakan ini disebut Sohih.

v  Pasid artinya Rusak yaitu, suatu Hukum yang tidak Lulus karena ada yang rusak seperti, tidak sah Shalat, karena tidak sah Wudlunya. Tetapi ada lagi yang disebut BATAL. Contoh seperti kita punya wudlu lalu datang Hadas seperti kentut, maka wudlunya itu batal karena Hadas dsb.

v  Syarat yaitu, suatu perkara yang ditunggu, sehingga suatu hukum yang tidak bisa dilaksanakan bila tidak ada Syarat. Contoh Sholat tidak sah bila tidak dilaksanakan syarat-syaratnya.

v  Sebab yaitu, sifat yang menetapkan Hukum. Contoh Arak itu hukumnya haram. Sebab arak itu memabukkan, disini bisa dilihat arak itu haram karena ada sebab yaitu menjadikan mabuk, makanya Ulama-Ulama membuat suatu hukum yang di ambil dari NAS AL-QUR’AN dan HADIST dan sudah menjadi kesimpulan dalam Ilmu Manti/Ilmu Logika yang bunyinya (Kulu musykir Haramun) artinya setiap suatu perkara yang memabukkan maka hukumnya haram.

v  Maniun artinya ada Halangan atau suatu sifat yang mencabut hukum. Contoh Sholat itu wajib hukumnya, lalu datang Haid/Halangan bulan bagi wanita maka hukumnya wajib sholat itu menjadi tidak wajib karena ada halangan bulan yaitu Haid.

HUKUM ADAT

Adat artinya suatu pekerjaan yang sudah dibiasakan oleh manusia, atas suatu pekerjaan yang sudah berulang kali dikerjakan oleh manusia.

Ukum adat terbagi empat bagian:

  1. Mengkaitkan ada pada ada, seperti mengkaitkan adanya kenyang karena adanya makan. Dalam Hukum Adat semuanya bersifat mukmin, karena semuanya ada dalam kodrat irodat Allah SWT. bisa kita buktikan. Setiap buah-buahan itu Bundar tetapi tidak semua Buah-buahan bundar ada juga yang benjol. Contoh anak yang sakit tidak bisa kesekolah, tetapi ada anak-anak yang sakit pergi kesekolah, jadi dalam Hukum adat itu tidak mutlak.
  2. Mengkaitkan tidak pada tidak ada. Seperti mengkaitkan tidak adanya kenyang karena tidak adanya makan, dsb.
  3. Mengkaitkan ada pada tidak ada. Seperti adnya dingin karena tidak ada selimbut dsb.
  4. Meningkatkan tidak ada pada ada. Seperti mengkaitkan, tidak pergi kesekolah karena adanya sakit.

HUKUM AQAL

Hukum aqal ada tiga :

  1. Wajib menurut Aqal.

                Artinya : Sesuatu perkara yang tidak dimengerti oleh aqal tidak adanya. Seperti sifat wujud bagi Allah dan semua sifat yang 20 bagi Allah, semuanya wajib menurut aqal.

  1. Mustahil menurut aqal.

                Artinya : Sesuatu perkara yang tidak dimengerti oleh aqal adanya. Seperti lawannya WUJUD-ADAM. Wujud : ada. Adam : tidak ada. Jadi adanya sifat ADAM bagi Allah tidak dimengerti oleh aqal, karena menurut aqal Allah itu tetap ada. Contohnya semua lawannya sifat yang 20 bagi Allah SWT.

  1. Wenang menurut aqal.

                Artinya : Suatu perkara yang dimengerti adanya dan tidak adanya. Contohnya seperti Allah membuat Alam, atau Mahluk atau seseorang yang punya anak atau tidak mempunya anak, ini wenang menurut aqal, karena Alam dibuat oleh Allah SWT.

 

Wassalamualaikum wr.wb

Redaksi BRM.






Kategori : Religi | Penulis : Administrator | Artikel ini telah dibaca 18046 kali

Kembali ke Artikel


Baca Juga Artikel dibawah ini :



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 0 komentar)



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No.HP, Email atau URL) :

Komentar (max. 250 karakter) :


Masukkan Jumlah :

 


 



   
   


Info Kontak
Alamat :
Komplek Perumahan Batara Indah Blok T No.8 Kota Tasikmalaya

HP : Telpon / SMS
081 316 240 204 - (0265) 2353564

Jam Layanan:
Senin - Sabtu : 08.00 WIB - 20.00 WIB | Minggu/ Libur: Tutup



Keyword Banyak Dicari :

menentukan kkm ipa smp, peraturan pemerintah tentang pembuatan website, betara raya media, pertanyaan untuk wawancara kapada kepala sekolah, cerita liburan menggunakan bahasa inggris, cara merakit mesin dtg, rpp pak smp kls 8, suara media sejahtera, batara raya media cari, contoh pendahuluan laporan beasiswa kurang mampu, website batara, jasa buat website, contoh anjab guru.doc, harga pembuatan website, buat web sekolah, syarat masuk sman 9 bandar lampung, soal mengenai paragraf beserta pembahasan, kalender akademik 2012 2013 surabaya diknas, contoh pembukuan bos, kultum sma, proposal pengajuan sekolah dasar rsbi, rangkuman ipa kelas 8 semester 2, contoh rpp smk otomotif negeri 3 mataram, contoh silabus rpp bahasa inggris smk berkarakterkelas xi, contoh opini tentang sekolah, Website Sekolah, Pembuatan website Sekolah, jasa pembuatan web, Seputar Harga,Yamaha R25 & R15,Yamaha Vixion jasa pembuatan web Sekolah, prediksi soal cpns 2013 Gratisan



Persyaratan Untuk Web Sekolah

• Domain yang digunakan adalah .SCH.ID,
• Surat Permohonan Kepala Sekolah : Download
• Surat Kuasa dari Kepala Sekolah : Download
• Scan KTP Kepala Sekolah

• Kirim via Email

 


Artikel Terbaru :

Artikel Sering Dibaca :


    DEMO SAMPLE:
    WEB PROFIL SEKOLAH
    « KLIK DISINI »


    QR-Code Batara Raya Media :