LOGIN DISINI CS: | Buku Tamu | Kontak
HP. 081 316 240 204 - (0265) 2353564 | Email. cs(at)batararayamedia.com

Cari Judul:


Kategori :    


Jenis Masalah Siswa di Sekolah Dasar
       Ditulis pada hari Selasa, 7 Februari 2012 | 22:26 WIB

A.  Pengertian Masalah

Masalah merupakan sesuatu atau persoalan yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Ini merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Masalah yang menimpa seseorang bila dibiarkan berkembang dan tidak segera dipecahkan dapat mengganggu kehidupan, baik dirinya sendiri maupun orang lain.

 

B.  Ciri-ciri Masalah

Sebuah masalah mempunyai ciri-ciri, Prayitno (1985) mengemukakan ciri-ciri masalah ialah:

  1. Masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya.
  2. Menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri atau bagi orang lain.
  3. Ingin (perlu) dihilangkan.

 

Setiap masalah yang dialami seseorang biasanya mengandung satu atau lebih ciri diatas. Suatu masalah dapat juga terjadi pada diri sendiri. Suatu hal, kejadian suasana atau gejala yang tidak disukai adanya, yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain, dan ingin dihilangkan.

Maka dengan itu, suatu masalah dapat terjadi pada siapa saja, termasuk murid sekolah dasar. Masalah itu perlu diupayakan penanggulangannya agar menjadi sesuai dengan apa yang diharapkan dengan baik.

 

C.  Jenis-jenis Masalah Siswa di Sekolah Dasar

Sikap dan perilaku anak-anak yang menyimpang karena adanya suatu masalah dapat juga mengganggu tugas-tugas perkembangan anak pada fase berikutnya yaitu fase masa puber dan sebagai akibatnya, anak akan mengalami gangguan dalam menjalani kehidupan.

Jenis-jenis masalah yang dialami murid sekolah dasar bisa bermacam-macam. Prayitno (1985) menyusun serangkaian masalah murid sekolah dasar. Masalah-masalah itu diklarifikasikan atas:

  1. kemampuan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.
  2. ketercepatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki IQ 130 atau lebih tetapi masih memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajar yang amat tinggi itu.
  3. sangat lambat dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan pendidikan atau pengajaran khusus.
  4. kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang kurang bersemangat dalam belajar mereka seolah-olah tampak jera dan malas.
  5. bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang perbuatan dan kegiatan belajarnya sehari-hari antagonistic dengan yang seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahuinya dan sebagainya.

 

D.  Masalah Gangguan Sosial Emosional Siswa

Adapun masalah-masalah siswa yang umumnya ditemukan dalam proses belajar, yaitu masalah gangguan sosial emosional, berikut beberapa contoh gangguan sosial emosional yang nampak di kelas yaitu :

  1. Anak hiperaktif, anak seperti ini cenderung tidak bisa duduk diam. Ia cenderung bergerak terus-menerus, kadang suka berlarian, suka melompat-lompat, bahkan berteriak-teriak di kelas. Anak ini sulit untuk dikontrol. Ia melakukan aktivitas sesuai dengan kemauannya sendiri. Ia pun suka mengganggu temannya bahkan gurunya.
  2. Distractibility child adalah anak yang cenderung cepat bosan. Ia sering kali mengalihkan perhatiannya ke berbagai objek lain di kelas. Anak ini mudah dipengaruhi, namun tidak dapat memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang berlangsung di kelas.
  3. Poor self concept anak yang cenderung pendiam di kelas, pasif, atau sangat perasa sehingga mudah tersinggung. Karakteristik anak seperti ini cenderung tidak berani bertanya atau menjawab, serta merasa dirinya tidak mampu. Karena itu, ia cenderung kurang berani bergaul serta suka menyendiri.
  4. Anak impulsif. adalah anak yang cepat bereaksi setiap guru memberi pertanyaan di kelas.Namun, jawaban yang diberikan sering kali tidak menunjukkan kemampuan berpikir yang logis. Anak seperti ini ingin menunjukkan bahwa ia adalah anak yang pandai, padahal cara anak itu menjawab justru mencerminkan ketidakmampuannya.
  5. Anak destructive behavior siswa yang suka merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Sikap agresif yang negatif dalam bentuk membanting dan melempar menunjukkan bahwa anak ini adalah anak yang bermasalah (trouble maker). Anak seperti ini cepat tersinggung. Ia bertempramen tinggi, yang mengarah kepada perilaku agresif.
  6. Distruptive behavior adalah anak yang sering mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak sopan. Dengan nada mengejek, anak ini cenderung menentang guru. Sumpah serapah berupa kata-kata kasar yang tidak sopan kerap terlontar.
  7. Dependency child anak yang selalu bergantung pada orang tuanya. Anak seperti ini sering merasa takut dan tidak mampu untuk berani melakukannya sendiri. Ia sangat bergantung pada orang disekitarnya. Sikap orang tua yang terlalu over protective atau sangat melindungi membuat anak sangat tergantung.
  8. Withdrawl, yaitu anak yang mempunyai sosial ekonomi yang sangat rendah, sehingga merasa dirinya bodoh dan enggan untuk mencoba membuat tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena dirinya merasa tidak mampu.
  9. Learning disability adalah anak-anak yang tidak memiliki kemampuan mental yang setara dengan anak-anak yang sebaya. Anak seperti ini sulit untuk menganalisis, menangkap isi mata pelajaran, dan mengaplikasikan apa yang dipelajari.
  10. Learning disorder adalah anak yang mempunyai cacat bawaan baik kerusakan fisik maupun syaraf. Anak seperti ini cenderung sulit untuk belajar secara normal seperti anak-anak yang sebaya. Anak seperti ini membutuhkan penanganan para ahli yang dilakukan oleh lembaga-lembaga khusus, seperti anak yang menderita Autism Sectrum Disorder/ASD).
  11. Underachiever, yaitu anak yang mempunyai potensi intelektual di atas rata-rata, namun prestasi akademiknya di kelas sangat rendah. Semangat belajarnya juga sangat rendah. Anak seperti ini sering menyepelekan tugas-tugas yang diberikan, dan PR sering dilupakan.
  12. Overachiever adalah anak yang mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi, ia merespon dengan cara cepat. Anak seperti ini tidak bisa menerima kegagalan. Ia tidak mudah menerima kritikkan dari siapapun termasuk gurunya.
  13. Slow learner adalah anak yang sulit menangkap pelajaran di kelas dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menjawab dan mengerjakan tugas-tugasnya.
  14. Social interseption child adalah anak yang kurang peka dan tidak perduli terhadap lingkungannya. Anak ini kurang tanggap dalam membaca ekspresi dan sulit bergaul dengan teman-teman yang ada di kelas.


E.  Mengatasi Masalah Gangguan Sosial Emosional Siswa

Cara yang paling efektif dalam mengatasi masalah-masalah emosional dan perilaku di kelas adalah dengan mencegah terjadinya masalah ini. Sementara tidak semua masalah emosional dan perilaku dapat dicegah, suatu pendekatan proaktif jauh lebih efekif dibanding dengan cara yang semata-mata hanya merespon terhadap masalah. Cara ini juga memberikan hubungan komunikasi yang saling memuaskan yang mungkin sebelumnya diterima dengan lebih negatif oleh siswa maupun guru.

Beberapa cara yang mungkin dapat meningkatkan perilaku positif siswa :

  1. Memberikan penjelasan dan harapan-harapan pada emosi dan perilaku siswa yang diinginkan sejelas mungkin bagi mereka.
  2. Menunjukkan dan memberi penjelasan pada siswa terhadap hal-hal yang negatif dan tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa.
  3. Memerikan perhatian dan pengakuan kepada siswa atas sifat-sifat dan prestasi yang positif untuk dinyatakan pada siswa setiap hari.
  4. Memberikan contoh sikap, kebiasaan kerja dan hubungan interaksi dan komunikasi yang positif.
  5. Selalu memberikan motivasi-motivasi positif kepada siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
  6. Mempersiapkan pola pengajaran dan memberikan kurikulum yang tersusun dengan baik, dan cara penyampaian yang efektif, kreatif, yang dapat menjadikan siswa aktif.
  7. Memberikan bimbingan belajar khusus pada siswa yang memang memerlukan.

Tujuan bimbingan belajar ini antara lain :

  1. Pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik, terutama dalam mengerjakan tugas dalam ketrampilan serta dalam bersikap terhadap guru.
  2. Menumbuhkan disiplin belajar dan terlatih, baik secara mandiri atau kelompok.
  3. Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya di lingkungan sekolah atau alam sekitar untuk pengembangan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan pribadi.

Maka dengan hal-hal tersebut diharapkan siswa dapat memahami dan dapat mengontrol segala tindakan emosi dan tingkah lakunya di sekolah juga di lingkungan kehidupan bermasyarakat.



Kategori : Pendidikan | Penulis : Administrator | Artikel ini telah dibaca 35081 kali

Kembali ke Artikel

Baca Juga Artikel dibawah ini :



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 10 komentar)

@ sholehhadi : Jumat, 25 Mei 2012 | 09:21 WIB | Kontak : sholehhadi77
foto makasih utk reverensi makalah

@ nur alifatul aisyah : Selasa, 12 Juni 2012 | 21:57 WIB | Kontak : 085730217281
foto tulisannya bgus lho...

@ by angin : Minggu, 17 Juni 2012 | 01:46 WIB | Kontak : adr@mail.com
foto isinya bgus dan cukup detail juga penjelasan dan articulasinya

@ mikael trias indarto : Selasa, 31 Juli 2012 | 10:50 WIB | Kontak : 082148455674
foto mohon ijin untuk link k www.sekolahkuyosef.wordpress.com

@ Zamrud : Senin, 17 Sepember 2012 | 18:44 WIB | Kontak : 089650693083
foto bang caranya membuat web search kyag gini gmna si bang? kan rata2 bnyak pegunjug dari web sini kan hasil dari penelusuran di web ini, contahnya ini " slogan pendidikan " di google kan ada tu web nya abang. tpi itu bukan dari positing melainkan daftar posting yg terkait saja, itu gmna si mas caranya? lg butuh ni mas kayag gitu.. sms ya mass..

@ Zamrudblog : Senin, 17 Sepember 2012 | 18:45 WIB | Kontak : 089650693083
foto jawaban anda sangat berguna bagi saya :) terimakasih

@ siti Nafisah : Jumat, 26 Oktober 2012 | 15:30 WIB | Kontak : Nafisahs45@yahoo.com
foto Syukron katsier yaa... ne sgt mmbantu saya untk lebih mengenal karakteristik sisiwa2 di SD tempat saya mengabdi.....

@ toms : Senin, 17 Desember 2012 | 07:45 WIB | Kontak :
foto bagaimana ya cara yang paling tepat untuk mengatasi beragam masalah tersebut...dan kapan waktu yang tepat....

@ NURIA RAHMA SALICHA : Rabu, 26 Desember 2012 | 16:22 WIB | Kontak : 081229018964
foto knp biasanya anak sd banyakannya gak bisa matemateka

@ hikmatiar : Kamis, 28 November 2013 | 17:53 WIB | Kontak : 085221856725
foto bisa ga kalo minta cara utk menghadapi anak2 yg hiperaktif dan bandel juga minta contoh gimana caranya supaya dikelas terjadi KBM yg aktif dan kreatif bagi siswa dan tdk terasa jenuh



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No.HP, Email atau URL) :

Komentar (max. 250 karakter) :


Masukkan Jumlah :

 


 



   
   


Info Kontak
Alamat :
Komplek Perumahan Batara Indah Blok T No.8 Kota Tasikmalaya

HP : Telpon / SMS
081 316 240 204 - (0265) 2353564

Jam Layanan:
Senin - Sabtu : 08.00 WIB - 20.00 WIB | Minggu/ Libur: Tutup



Keyword Banyak Dicari :

menentukan kkm ipa smp, peraturan pemerintah tentang pembuatan website, betara raya media, pertanyaan untuk wawancara kapada kepala sekolah, cerita liburan menggunakan bahasa inggris, cara merakit mesin dtg, rpp pak smp kls 8, suara media sejahtera, batara raya media cari, contoh pendahuluan laporan beasiswa kurang mampu, website batara, jasa buat website, contoh anjab guru.doc, harga pembuatan website, buat web sekolah, daftar administrasi guru penjas, game saat masa orientasi siswa, cara setting pes 2012 yg cpu unable, artikel tentang teknik pemesinan, soal uka 2012 program kkpi, lks matematika sd kelas 5.ppt, contoh formulir pendaftaran anggota organisasi pramuka, silabus ski aliyah dari depdiknas, cv lamaran kerja doc, contoh kasus konseling komunitas, Website Sekolah, Pembuatan website Sekolah, jasa pembuatan web, Seputar Harga,Yamaha R25 & R15,Yamaha Vixion jasa pembuatan web Sekolah, prediksi soal cpns 2013 Gratisan



Persyaratan Untuk Web Sekolah

• Domain yang digunakan adalah .SCH.ID,
• Surat Permohonan Kepala Sekolah : Download
• Surat Kuasa dari Kepala Sekolah : Download
• Scan KTP Kepala Sekolah

• Kirim via Email

 


Artikel Terbaru :

Artikel Sering Dibaca :


    DEMO SAMPLE:
    WEB PROFIL SEKOLAH
    « KLIK DISINI »


    QR-Code Batara Raya Media :