LOGIN DISINI CS: | Buku Tamu | Kontak
HP. 081 316 240 204 - (0265) 2353564 | Email. cs(at)batararayamedia.com

Cari Judul:


Kategori :    


Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Berkarakter
       Ditulis pada hari Sabtu, 26 November 2011 | 01:08 WIB

Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk 275 juta penduduk Indonesia”

Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta berikut:

  • 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011
  • 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011
  • 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI
  • Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM

Sumber : Litbang Kompas

Kini setelah membaca fakta diatas, apa yang ada dipikran anda? Cobalah melihat lebih ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, itu adalah usulan saya untuk beberapa kasus yang membuat hati di dada kita “terhentak” membaca kelakuan para pejabat Negara.

Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini.

Bayangkan apa persaingan yang muncul ditahun 2021? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orangtua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan Negara di Dunia. Bahkan kita yang masih akan berkarya ditahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 tentunya membutuhkan good character.

Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient.

Bagaimana dengan bangsa kita? Bagaimana dengan penerus orang-orang yang sekarang sedang duduk dikursi penting pemerintahan negara ini dan yang duduk di kursi penting yang mengelola roda perekonomian negara ini? Apakah mereka sudah menunjukan kualitas karakter yang baik dan melegakan hati kita? Bisakah kita percaya, kelak tongkat estafet kita serahkan pada mereka, maka mereka mampu menjalankan dengan baik atau justru sebaliknya?

Dari sudut pandang psikologis, saya melihat terjadi penurunan kulaitas “usia psikologis” pada anak yang berusia 21 tahun pada tahun 20011, dengan anak yang berumur 21 pada tahun 2001. Maksud usia psikologis adalah usia kedewasaan, usia kelayakan dan kepantasan yang berbanding lurus dengan usia biologis. Jika anak sekarang usia 21 tahun seakan mereka seperti berumur 12 atau 11 tahun. Maaf jika ini mengejutkan dan menyakitkan.

Walau tidak semua, tetapi kebanyakan saya temui memiliki kecenderungan seperti itu. Saya berulangkali bekerjasama dengan anak usia tersebut dan hasilnya kurang maksimal. Saya tidak “kapok” ber ulang-ulang bekerja sama dengan mereka. Dan secara tidak sengaja saya menemukan pola ini cenderung berulang, saya amati dan evaluasi perilaku dan karakter mereka. Kembali lagi ingat, disekolah pada umumnya tidak diberikan pendidikan untuk mengatasi persaingan pada dunia kerja. Sehingga ada survey yang mengatakan rata-rata setelah sekolah seorang anak perlu 5-7 tahun beradaptasi dengan dunia kerja dan rata-rata dalam 5-7 tahun tersebut pindah kerja sampai 3-5 kali. Hmm.. dan proses seperti ini sering disebut dengan proses mencari jati diri. Pertanyaan saya mencari “diri” itu didalam diri atau diluar diri? “saya cocoknya kerja apa ya? Coba kerjain ini lah” lalu kalau tidak cocok pindah ke lainnya. Kenapa tidak diajarkan disekolah, agar proses anak menjalani kehidupan  di dunia yang sesungguhnya tidak mengalami hambatan bahkan tidak jarang yang putus asa karena tumbuh perasaan tidak mampu didalam dirinya dan seumur hidup  terpenjara oleh keyakinannya yang salah.

Baiklah kembali lagi ke topik, Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggup?

Theodore Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat)

Demikian dari batara raya yang bisa disampaikan semoga anda mendapatkan manfaat dari artikel ini.

Dikutip dari Timothy Wibowo.

Jika Anda mempunyai pertanyaan, silahkan kirimkan pesan kepada kami melalui form berikut :



Download Soal Tes CPNS 2014 Basis CAT



Kategori : Pendidikan | Penulis : Administrator | Artikel ini telah dibaca 54776 kali

Kembali ke Artikel


Baca Juga Artikel dibawah ini :



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 9 komentar)

@ deden gumilar : Minggu, 10 Juni 2012 | 09:04 WIB | Kontak : 02221030413
foto Pendidikan kita maksudnya sistemnya sangat kacau dan kacaunya oleh orang - orang yg sudah tua usia menclok jadi pejabat. Yg muda pun jadi ikut ikutan, jadi memang rusak sistem yg ada dari dulu....tp coba lihat pendidikan yg dilakukan di pesantren - pesantren rata-rata hampir 100% berhasil membina manusia jadi berkarakter. Seharusnya pendidikan itu diadopsi dari pesantren. Soal teroris..saya rasa itu trik barat menghancurkan dunia islam dari bawah agar dibenci dihindari..jelaskan, jadi phobia terhadap pesantren. mengerikan...............

@ miskuindu asramadhanoor : Jumat, 6 Juli 2012 | 09:26 WIB | Kontak : miskuindu@gmail.com
foto Pendidikan karakter perlu dilakukan oleh dan untuk semua seluruh komponen bangsa,... yang utama keteladanan oleh kita semua. Generasi sekarang mau meneladani, siapa?

@ jemuahkliwon : Senin, 17 Sepember 2012 | 19:54 WIB | Kontak : jemuahk@gmail.com
foto sebaiknya digalakkan tirakat tiap malem jumat kliwon di semua sekolah dan instansi yang terdapat koruptor, gitu !

@ aprilia : Jumat, 21 Sepember 2012 | 09:11 WIB | Kontak : aprilia_rocketgirls@yahoo.co.id
foto Hmmm .. Pendidikan di Indonesia sangatlah kacau .. Indonesia membutuhkan generasi penerus bangsa yang berpendidikan .. :(

@ lili amalia : Sabtu, 3 November 2012 | 21:06 WIB | Kontak : lilismart@yahoo.com
foto mengaun karakter siswa hendaknya dimulai dengan membangun karakter pendidik sehingga pendidik benar2 dapat dijadikan panutan...

@ muhammad aldiansyah : Minggu, 18 November 2012 | 00:24 WIB | Kontak : muhammadaldiansyah888@yahoo.com
foto semua masalah pasti ada jalan keluarnya asalkan ada kemauan dari semua kita rakyat indonesia

@ muhammad aldiansyah : Minggu, 18 November 2012 | 00:32 WIB | Kontak : muhammadaldiansyah888@yahoo.com
foto menurut saya salah satu cara membangun kembali karakter Bangsa yang sudah terpuruk dengan menambah jam pelajaran agama di sekolah-sekolah

@ Desy Andini : Sabtu, 22 Desember 2012 | 19:03 WIB | Kontak : dinidesy@rocketmail.com
foto Saya rasa moral lah yang harus dibenahi terlebih dahulu. Sebuah negara maju terbentuk tidak hanya dari segi intelektual dari manusianya, tetapi moralnya juga.

@ Etty permata sari : Minggu, 5 Mei 2013 | 09:23 WIB | Kontak : 087840267360
foto Kita sebagai warga indonesia harusnya mengoreksi diri kita masing masing karna mana mungkin pendidikan yg kita tempuh slama bertahun tahun ini dapat t'serap baik scr keseluruhan dan ingatlah bahwa masih banyak anak belum atau sama sekali mengecap pendidikan, saran saya apabila kita ingin generasi bangsa yg baik itu semua harus dimulai dari dini dan pemerintah harus memerhatikan itu semua wassalam



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No.HP, Email atau URL) :

Komentar (max. 250 karakter) :


Masukkan Jumlah :

 


 



   
   


Info Kontak
Alamat :
Komplek Perumahan Batara Indah Blok T No.8 Kota Tasikmalaya

HP : Telpon / SMS
081 316 240 204 - (0265) 2353564

Jam Layanan:
Senin - Sabtu : 08.00 WIB - 20.00 WIB | Minggu/ Libur: Tutup



Keyword Banyak Dicari :

menentukan kkm ipa smp, peraturan pemerintah tentang pembuatan website, betara raya media, pertanyaan untuk wawancara kapada kepala sekolah, cerita liburan menggunakan bahasa inggris, cara merakit mesin dtg, rpp pak smp kls 8, suara media sejahtera, batara raya media cari, contoh pendahuluan laporan beasiswa kurang mampu, website batara, jasa buat website, contoh anjab guru.doc, harga pembuatan website, buat web sekolah, contoh latar belakang pengembangan pribadi, memelihara burung panca warna, contoh laporan kegiatan masjid, jasa header website murah, jadwal kehidupan sehari hari, contoh rpp ipa smp paikem, sambutan panitia mos, pertanyaan wawancara kuliah, http://www.batararayamedia.com/page.php?menu=artikel&search=cara membuat denah jalan di microsoft word, surat untuk meminta menjadi sahabat kepada kakak senior, Website Sekolah, Pembuatan website Sekolah, jasa pembuatan web, jasa pembuatan web Sekolah, Rpp Berkarakter SMK Terbaru prediksi soal cpns 2013 Gratisan



Persyaratan Untuk Web Sekolah

• Domain yang digunakan adalah .SCH.ID,
• Surat Permohonan Kepala Sekolah : Download
• Surat Kuasa dari Kepala Sekolah : Download
• Scan KTP Kepala Sekolah

• Kirim via Email

 


Artikel Terbaru :

Artikel Sering Dibaca :


    DEMO SAMPLE:
    WEB PROFIL SEKOLAH
    « KLIK DISINI »

    RPP Berkarakter SMK Terbaru


    QR-Code Batara Raya Media :