Batara Raya Media

Perum Batara Indah Blok T No 8 Kota Tasikmalaya Kode Pos 46115

cs@batararayamedia.com | cs@batararayamedia.co.id

Senin - Sabtu : 08.00 WIB - 16.00 WIB | Minggu/Libur: Tutup

HP: 081 316 240 204

Pentingnya Website untuk Sekolah RSBI

Sabtu, 10 September 2011 | Pendidikan
Pentingnya Website untuk Sekolah RSBI - Web SekolahProgram Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah merupakan suatu penawaran bagi sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan lebih memadai bagi peserta didik karena RSBI memberi peluang bagi kepala sekolah, guru, dan peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi di sekolah, terkait dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial dan lain sebagainya yang tumbuh dari aktivitas, kreativitas, dan profesionalisme yang dimiliki dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah cikal bakal untuk menjadikan sekolah yang telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan penetapan sebagai Sekolah Bertaraf Internasional, oleh karena itu ada kemungkinan juga sekolah yang telah mendapatkan penetapan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) gagal memenuhi persyaratan (passing out) dan posisinya akan digantikan oleh sekolah lain yang telah lebih memenuhi persyaratan.

Pendidikan bertaraf internasional harus relevan, yaitu penyelenggaraan pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, orangtua, masyarakat, kondisi lingkungan, kondisi sekolah, dan kemampuan pemerintah daerah (kabupaten/kota dan propinsi). Pendidikan bertaraf internasional harus memiliki daya saing yang tinggi dalam hal hasil-hasil pendidikan (output dan outcomes), proses, dan input sekolah baik secara nasional maupun internasional.

Perlu dicatat bahwa sebagai upaya untuk mengembangkan pendidikan bertaraf internasional, Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) harus tetap memegang teguh dalam mengembangkan jati diri, nilai-nilai bangsa Indonesia, di samping mengembangkan daya progresif global yang diupayakan secara eklektif inkorporatif melalui pengenalan, penghayatan dan penerapan nilai-nilai yang diperlukan dalam era kesejagatan, yaitu religi, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, seni, solidaritas, kuasa, dan etika global.

Proses pembelajaran Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) harus dikembangkan melalui berbagai gaya dan selera agar mampu mengaktualisasikan potensi peserta didik, baik intelektual, emosional maupun spiritualnya sekaligus. Penting digaris bawahi bahwa proses pembelajaran yang bermatra individu-sosial-kultural perlu dikembangkan sekaligus agar sikap dan perilaku peserta didik sebagai mahkluk individu tidak terlepas dari kaitannya dengan kehidupan masyarakat lokal, regional, dan nasional. Untuk memperlancar komunikasi global, SBI menggunakan bahasa komunikasi global, terutama Bahasa Inggris dan menggunakan teknologi komunikasi informasi (information communication technology, ICT).

Beberapa karakteristik esensial SBI sebagai Penjaminan Mutu Pendidikan Bertaraf Internasional terkait dengan TIK diantaranya adalah : Sekolah telah menerapkan sistem administrasi Pendidikan berbasis teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dimana setiap siswa dapat mengakses transkipnya masing-masing, semua guru mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK, Setiap ruang kelas dilengkapi sarana pembelajaran berbasis TIK, Sarana perpustakaan telah dilengkapi dengan sarana digital yang memberikan akses ke sumber pembelajaran berbasis TIK di seluruh dunia.

Direncanakan pelaksanaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) berjalan sesuai dengan konsep yang seharusnya dan selaras dengan Program Pembangunan Bidang Pendidikan, utamanya pada Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan. Oleh karena itu dalam melaksanakan fungsi yang sesuai dengan konsepnya diperlukan bangunan website dalam pelaksanaan administrasi pendidikan. Tujuan dari pembangunan website tersebut adalah untuk memudahkan semua pihak mendapatkan informasi sekitar penyelenggaraan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Sedangkan kegunaan bagi para siswa adalah untuk memudahkan mencari materi pembelajaran serta sebagai media interaksi untuk mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin. Selain dari pada itu terdapat aturan yang mengharuskan adanya transparansi pengelolaan pendidikan dimana masyarakat dapat memperoleh informasi seputar kinerja satuan pendidikan dalam melaksanakan pentahapan RSBI untuk menjadi SBI.

Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Facebook, Multiply, dll. Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun pemilik.

Web sekolah harus bersifat dinamis yaitu isi informasi web selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna web, karena web sekolah bertujuan untuk meningkatkan penyebaran informasi kepada masyarakat dan meningkatkan daya interaktif sekolah dengan siswa. Untuk itu, sekolah harus menyediakan informasi yang terbarukan (update) setiap hari.

Pengelolaan website sekolah sangat bergantung pada kemampuan sekolah untuk mengembangkan dokumen perencanaan yang dapat diterapkan, perangkat teknologi yang terbarukan, kompetensi pengelolaan teknologi yang terus menerus ditingkatkan, kompetensi mengolah informasi, penghargaan terhadap pengolah informasi, dan ketekunan untuk membaharui informasi web secara teratur dan berkelanjutan. Namun berdasarkan pengamatan terhadap banyak sekolah perkembangan positif pengelolaan web belum menghasilkan produktivitas secara optimal karena minimnya kompetensi sumber daya manusia dalam sistem mengelola web.

Pengelola harus menentukan untuk siapa teknologi dan informasi itu dikelola, siapa yang diharapkan dapat memetik manfaat atau disebut juga ruang lingkup sasaran yang diharapkan. Harus dipahami bahwa web yang baik perlu memenuhi beberapa indikator serta kriteria mutu. Puncak pertimbangan utama adalah sejauh mana web dapat memenuhi kepuasan pelanggan atau pengunjung. Dilihat dari kebutuhannya pengelolan web sekolah khususnya RSBI harus memenuhi kriteria penunjang pengelolaan, pembelajaran, dan interaksi sosial. Pada ketiga aspek itu sekolah perlu mengembangkan skala prioritas untuk mengembangkan web secara bertahap dan berkesinambungan agar tingkat kemajuan sekolah tercermin pada perkembangan webnya.

Beberapa kegunaan Website sekolah diantaranya:

  1. Memperkenalkan profil sekolah sehingga masyarakat mengetahui informasi apapun tentang sekolah seperti: Fasilitas yang tersedia , Kurikulum intra dan ekstra kurikuler termasuk materi pembelajaran online dan pustaka maya, prestasi yang telah diraih oleh sekolah, informasi mengenai perencanaan sekolah dan kebutuhan biaya, macam dan kualitas Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Jumlah dan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan yang ada.
  2. Sebagai media komunikasi antara sekolah dengan dunia luar, bentuk komunikasi yang terjalin diantaranya: komunikasi antara siswa dengan guru terkait pelaksanaan pembelajaran, komunikasi antar siswa melalui media forum, komunikasi antara orang tua siswa/calon siswa dengan sekolah melalui media email ataupun form kontak di website, komunikasi antara sekolah dengan institusi pendidikan di dalam/luar negeri, komunikasi antara sekolah dengan alumni.
  3. Sebagai media resmi sekolah untuk media publikasi informasi resmi ke masyarakat, seperti: Pengumuman, Perss release, Berita resmi sekolah.

Berdasarkan informasi di atas, maka selayaknya sekolah melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan tim pengelola secara terorganisir dan terstruktur, mengembangkan program yang sesuai dengan potensi yang sekolah miliki, dan melaksanakan program yang selalu diintegrasikan dengan sistem pemantauan berkala untuk memperbaikinya. Mengingat pentingnya website bagi sekolah penyelenggara RSBI maka tim pengembang web sekolah kini harus menjadi pengembang yang tidak terbatas waktunya dan bertugas secara bergantian untuk mengembangkan program, mengembangkan teknologi, mengelola informasi dan menyebarkan informasi selama sekolah membutuhkannya.

Fasilitas TIK yang tersedia pada sekolah penyelenggara RSBI sementara bisa dikatakan cukup untuk membangun web domain, akan tetapi kembali lagi permasalahannya adalah pada sumber daya manusia sebagai tenaga tetap yang menangani website tersebut belum tersedia. Seyogyanya ada beberapa tenaga kependidikan yang berfungsi sebagai pengelola web, sedangkan guru sebagai tenaga pendidik menangani masalah konten penyelenggaraan pembelajaran dengan media web.

Perlu adanya dukungan semua pihak utamanya Pemerintah Daerah untuk peduli mensukseskan Program Peningkatan Mutu Pendidikan khususnya terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) agar fikiran, tenaga, peluang dan biaya yang sudah dikeluarkan tidak terbuang dengan sia-sia. Seperti kita ketahui SDN Model yang dibangun dengan dana milyaran rupiah fasilitasnya sangat luar biasa tetapi jangankan membangun website, memanfaatkan sarana dan prasarananya saja sudah tidak bisa. Konsep penyelenggaraan SDN Model adalah penyelenggaraan pendidikan bermutu akan tetapi karena kesulitan SDM utamanya tenaga kependidikan dan karena kurangnya dukungan dana akhirnya penyelenggaraannya nyaris sama dengan SDN regular lainnya. Tidak rasional apabila SDN Model hanya mengandalkan dana BOS yang hitungannya didasarkan pada jumlah murid padahal jumlah murid pada sekolah penyelenggara RSBI jumlahnya dibatasi.

Keuntungan bagi Pemerintah Daerah bilamana website sekolah dikelola dengan baik akan dapat memantau kinerja sekolah tersebut dalam penyelenggaraan RSBI sehingga dapat memberikan pembinaan serta dukungan yang tepat. Apabila website sekolah penyelenggara RSBI tersebut statis maka berarti kinerja dari sekolah tersebut kurang optimal dan tidak sesuai dengan konsepnya. Berdasarkan kondisi tersebut Pemerintah Daerah dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan. Pemerintah daerah juga dapat mengarahkan sekolah penyelenggara RSBI agar benar-benar menjalankan program peningkatan mutu pendidikan, sehingga output dan outcomenya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan bermanfaat bagi pembangunan kabupaten/kota.